Senin, 26 November 2012

pengaruh kelas sosial dan status


Pengaruh Kelas Sosial dan Status
Kelas sosial adalah kelompok-kelompok yang relatif homogen dan bertahan lama dalam suatu komonitas masyarakat, yang tersusun secara hierarkis dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat, dan perilaku yang serupa (Setiadi, 2005). Kelas sosial tidak hanya mencerminkan penghasilan, tetapi juga indikator lain, seperti pekerjaan, pendidikan, dan tempat tinggal.
Di Amerika Serikat karakteristik utama kelas sosial dibagi atas tujuh kelompok, yaitu: (1) kelas atas atas, (2) kelas atas bawah, (3) kelas menengah atas, (4) kelas menengah, (5) kelas pekerja, (6) kelas atas bawah, (7) bawah bawah (Kotler, 2002).
  1. Kelas atas atas merupakan kelompok elit sosial yang hidup dari aset kekayaan warisan turun temurun. Walaupun merupakan kelompok kecil, mereka menjadi kelompok panutan, di mana keputusan konsumsi mereka ditiru oleh kelompok sosial lain.
  2. Kelas atas bawah. Kelompok sosial ini memiliki penghasilan atau kekayaan yang besar karena kemampuan yang luar biasa dalam profesi atau bisnisnya. Kelompok ini biasanya berasal dari kelas menengah yang merupakan orang kaya baru dengan pola konsumsi mencolok dengan tujuan mengesankan orang-orang di bawah mereka.
  3. Kelas menengah atas. Kelompok ini tidak memiliki status keluarga dan kekayaan yang luar biasa. Mereka terutama hanya memperhatikan karir, dan umumnya mereka adalah para profesional, wiraswasta, dan manajer perusahaan.
  4. Kelas menengah. Mereka merupakan pekerja kerah putih dan kerah biru bergaji menengah yang tinggal dibagian kota yang lebih moderen . Kelas menengah ini lebih senang menghabiskan uang untuk mendapatkan pengalaman yang berharga, mengarahkan anak-anak mereka untuk berpendidikan tinggi.
  5. Kelas pekerja. Merupakan kelas pekerja kerah biru yang berpenghasilan menengah dan mereka yang mempelopori gaya hidup kelas pekerja, tanpa memperhatikan penghasilan, latar belakang pendidikan, atau jabatan.
  6. Kelas atas bawah. Anggota kelas atas bawah adalah pekerja dengan standar hidup sedikit di atas garis kemiskinan. Kelompok ini merupakan kelompok sosial yang berpendidikan rendah.
  7. Kelas bawah bawah. Anggota kelas bawah bawah ini merupakan kelompok yang disantuni oleh pemerintah, melarat berkepanjangan, dan tidak mempunyai pekerjaan.
Selanjutnya, di Indonesia untuk mengukur besarnya pendapatan masyarakat oleh Badan Pusat Statistik dalam survei sosial ekonomi nasional (SUSENAS) masih menggunakan pendekatan pengeluaran, sehingga masyarakat enggan menggungkap kenyataan yang sebenarnya. Selain itu untuk kepentingan penelitian, para peneliti sering menggolongkan pendapatan konsumen ke dalam beberapa kelompok untuk menggambarkan perbedaan daya beli.
Salah satu cara pengelompokan pendapatan penduduk adalah menggunakan kriteria Bank Dunia, yaitu dengan cara membagi penduduk ke dalam tiga kelompok, di mana 40% penduduk berpendapatan rendah, 40% penduduk berpendapatan sedang, dan 20% penduduk berpendapatan tinggi (Sumarwan, 2004).

Sumber : Wikipedia Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar