Senin, 26 November 2012

mempengaruhi sikap dan perilaku


Mempengaruhi sikap dan perilaku

Hubungan Sikap dengan Perilaku.
Pada mulanya secara sederhana diasumsikan bahwa sikap seseorangmenentukan perilakunya (Sears, dkk, 1999). Sikap juga selalu dikaitkan dengan perilaku yang berada dalam batas kejiwaan dan kenormalan yang merupakanrespon atau reaksi terhadap stimulus dari lingkungan. Dalam hal ini sikap tidak dapat terlepas dari perilaku, artinya dimana seseorang bersikap menolak suatuobjek ia akan cenderung untuk menghindari objek tersebut atau bahkansebaliknya jika seseorang menerima objek tersebut cenderung individu tersebutuntuk melakukannya atau mendekati objek tersebut.Semakin komplek situasinya dan semakin banyak faktor yang akan ikutmenjadi pertimbangan dalam bertindak maka semakin sulitlahmemprediksikan perilaku dan semakin sulit pula menafsirkannya sebagaiindikator sikap seseorang. Respon perilaku tidak saja ditentukan oleh sikapindividu, tetapi oleh norma subjektif yang berada dalam inidivu tersebut.(Saifuddin, 2003)

Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku manusia:
  1. Genetika
Genetika (dipinjam dari bahasa Belanda: genetica, adaptasi dari bahasa Inggris: genetics, dibentuk dari kata bahasa Yunani γέννω, genno, yang berarti "melahirkan") adalah cabang biologi yang mempelajari pewarisan sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion). Secara singkat dapat juga dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang gen dan segala aspeknya. Istilah "genetika" diperkenalkan oleh William Bateson pada suatu surat pribadi kepada Adam Chadwick dan ia menggunakannya pada Konferensi Internasional tentang Genetika ke-3 pada tahun 1906.
Bidang kajian genetika dimulai dari wilayah subselular (molekular) hingga populasi. Secara lebih rinci, genetika berusaha menjelaskan

  1. Sikap – adalah suatu ukuran tingkat kesukaan seseorang terhadap perilaku tertentu.
Sikap adalah pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa[1]. Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu[1].

3. Norma sosial – adalah pengaruh tekanan sosial.
Norma sosial adalah kebiasaan umum yang menjadi patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat dan batasan wilayah tertentu. Norma akan berkembang seiring dengan kesepakatan-kesepakatan sosial masyarakatnya, sering juga disebut dengan peraturan sosial. Norma menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam menjalani interaksi sosialnya. Keberadaan norma dalam masyarakat bersifat memaksa individu atau suatu kelompok agar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah terbentuk. Pada dasarnya, norma disusun agar hubungan di antara manusia dalam masyarakat dapat berlangsung tertib sebagaimana yang diharapkan. Norma tidak boleh dilanggar. Siapa pun yang melanggar norma atau tidak bertingkah laku sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam norma itu, akan memperoleh hukuman. Misalnya, bagi siswa yang terlambat dihukum tidak boleh masuk kelas, bagi siswa yang mencontek pada saat ulangan tidak boleh meneruskan ulangan. Norma merupakan hasil buatan manusia sebagai makhluk sosial. Pada awalnya, aturan ini dibentuk secara tidak sengaja. Lama-kelamaan norma-norma itu disusun atau dibentuk secara sadar. Norma dalam masyarakat berisis tata tertib, aturan, dan petunjuk standar perilaku yang pantas atau wajar.
4.Kontrol perilaku pribadi – adalah kepercayaan seseorang mengenai sulit tidaknya melakukan suatu perilaku.

Suumber : Wikipedia Indonesia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar